Dua Program Utama Google untuk Mendorong UMKM Agar Dapat Go-Online

Google miliki dua program paling utama untuk mendorong aktor Usaha Kecil serta Menengah (UMKM) supaya bisa go-online. Berdasar pada data Google baru 16% aktor UMKM memliki website.

Walau sebenarnya UMKM bisa tumbuh lebih cepat 80% dibanding UMKM non-online. Hal itu tersingkap dari Mitra Enablement Manager, Google PSP Program Indonesia Karim I Sulisto

Dua Program Utama Google untuk Mendorong UMKM Agar Dapat Go-Online

Dua program itu yaitu Google Bisnisku serta Pergerakan Kursus Usaha Rakyat Digital (Gapura Digital). Bahkan juga dua program ini ada dengan bebrapa hanya.

Asal tahu saja Gapura Digital adalah program untuk UMKM Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan serta memperoleh kursus praktis sekitar dunia digital. Sedang Google Bisnisku adalah program supaya aktor UMKM mendaftarkan usahanya hingga info usaha mereka tampak di mesin pencarian Google.

“Google Bisnisku mempunyai feature di mana beberapa UMKM dapat mengubah business listing mereka situs. Supaya UMKM itu bisa go on-line hingga lebih gampang sekali lagi tanpa ada mesti pikirkan bagaimana caranya buat situs sendiri atau menyewa orang untuk buat situs, ” tutur Karim.

Karim katakan sesudah di luncurkan sepanjang dua bln. paling akhir, program Gapura Digital sudah mengandeng 500 peserta UMKM. Karim tidak menempatkan tujuan penting untuk program Gapura Digital. Ia mengingkan sebanyak-banyaknya UMKM bisa gabung lewat program Gapura Digital.

Karim menyebutkan semuanya bidang UMKM bisa gabung lewat program Google Bisnisku serta Gapura Digital. ”Kami lihat masih tetap banyak UKM-UKM di Indonesia yang belum juga on-line, yang semestinya dapat. Banyak UMKM di Indonesia, kita memandangnya mereka dapat peroleh banyak faedah saat go on-line, ” kata Karim.

Google Bisnisku mempunyai beberpa keunggulan. Pertama, kelengkapan info serta verifikasi yang ketat. Maksudnya supaya orang-orang mencari UMKM tersebut di search engine, jadi info yang ada adalah info yang akurat.

“Sejuah ini, kita lihat usaha UMKM lewat Google Bisnisku yang memiliki listing di kami memperoleh click 25% – 30% tambah baik daripada yg tidak mempunyai listing, ” papar Karim.

Dan perlu anda ketahui juga bahwa Menteri Komunikasi serta Informatika, Rudiantara menyebutkan potensi usaha ekonomi digital Indonesia begitu besar. Th. 2020 pemerintah lewat Kementerian Kominfo membidik ekonomi digital Indonesia dapat menjangkau 130 miliar dollar AS.

Besarnya potensi usaha digital di Indonesia didorong oleh makin tumbuh serta mengembangnya industri e-Commerce (berbelanja on-line) dalam satu tahun lebih paling akhir, searah dengan penambahan jumlah pemakai internet di Indonesia. Konsumen akan semakin nyaman berbelanja online jika ia sendiri tahu mengenai barang pesanannya sudah sampai dimana dengan adanya cek resi.

” Pemerintah sekarang ini tengah konsentrasi membuat Indonesia, bagaimana memeratakan pembangunan ekonomi di Indonesia. Ini dapat dihubungkan dengan tehnologi serta e-Commerce, ” tuturnya.

Hal seirama di sampaikan Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Aulia Marinto. Menurut dia Indonesia dapat jadi The Next China karna jumlah penduduknya yang besar. Ini dapat dibuktikan dari Alibaba yang tertarik masuk ke pasar Indonesia. Amazon juga diberitakan mulai berekspansi meskipun belum juga berlangsung sekarang ini.

Jadi tidak terlalu berlebih, lanjut Aulia, bila th. 2016 dikatakan sebagai th. pembuka serta th. 2017 yaitu th. paling utama untuk industri e-Commerce di Indonesia.

Hasrat serta keinginan untuk jadikan Indonesia jadi The Next China didunia e-Commerce bisa saja terwujud. Hal semacam ini juga di dukung oleh Presiden Jokowi yang memiliki misi jadikan Indonesia jadi The Digital Energy of Asia, dengan diawali diumumkannya rancangan Roadmap E-commerce pada 2016 kemarin.

Pada saat yang sama, Menkominfo juga mengemukakan kalau ini peluang untuk investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Pemerintah berjanji juga akan buat sebagian keringanan di Indonesia.

Menurut pria yang akrab disapa Chief RA itu, dari sekitaran Rp 5 ribu triliun project nasional, 60%-nya masih tetap tergantung pada investasi swasta baik dari dalam ataupun luar negeri, sedang bekasnya masih tetap memakai APBD serta APBN.

Karenanya, Kementerian Kominfo berjanji juga akan memudahkan sistem perijinan untuk beberapa startup serta pelaku bisnis yang lain. ” Jadi di Kemenkominfo bila ada yang minta ijin, kami beri secepat-cepatnya, ” katanya.

Mengenai di industri e-Commerce sendiri, Rudiantara menyatakan kalau tempat Kemenkominfo tidak lakukan regulasi, namun lebih pada memfasilitasi serta buat koridornya misalnya buat Roadmap E-commerce.

Leave a Reply