Berita Brimob Gadungan di Kediri

Berita kediri hari iniBerita Brimob Gadungan di KediriRiki Ardiansyah (24) warga Desa Sumberagung Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung, yang ditangkap oleh Satreskrim Polres Tulungagung pada Sabtu (01/8) lalu karena mengaku sebagai anggota Brimob yang bertugas di satuan Brimob Blitar, nampaknya akan menghadapi tuntutan serius. Dari hasil penyelidikan Berita Kediri dan pengembangan yang dilakukan polisi, diketahui pria lulusan SMP tersebut telah melakukan aksi pencabulan terhadap salah seorang gadis yang masih dibawah umur, sebut saja Bunga (18) yang tinggal di wilayah Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.

Riki diduga telah melakukan 10 kali aksi pencabulan terhadap Bunga di rumah nenek Riki di Desa Buntaran Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung. Untuk dapat menarik hati wanita yang diincarnya, pria yang berambut cepak Berita Kediri ini tampil mengenakan pakaian layaknya anggota Brimob agar terlihat gagah dan mempesona. Kapolres Tulungagung AKBP FX Bhirawa Braja Paksa melalui Kasubag Humas AKP Saeroji membenarkan dengan adanya persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang di lakukan oleh anggota Brimob gadungan. Saeroji menuturkan, korban diketahui sedang bekerja di salah satu warung kopi (warkop) di Desa Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.

Pelaku sering datang ke warung tersebut  dengan mengenakan celana dinas kepolisian, kaos bertuliskan Brimob, serta potongan rambut cepak. Selanjutnya pelaku berkenalan dengan korban dengan mengaku jika dirinya Berita Kediri merupakan anggota brimob. Ternyata itu merupakan siasat yang dilancarkan oleh pelaku untuk memumuluskan rencananya agar lebih mudah korban masuk dalam pelukannya. “Pelaku mengaku sebagai anggota brimob dengan tujuan agar wanita yang dikenalnya mudah tertarik terhadap dirinya,” ungkapnya.

Selanjutnya mereka berdua menjalin hubungan, pada awal bulan ramadan atau pada akhir bulan Juni sekitar pukul 20.30 WIB. Korban diajak oleh pelaku ke rumah nenek pelaku yang berada di Desa Buntaran. Di rumah tersebut pelaku Berita Kediri membujuk rayu korban agar mau disetubuhi, Riki juga berjanji akan menikahinya jika nantinya korban hamil. Mendapat rayuan maut pelaku, akhirnya persetubuhan itupun terjadi. Merasa siasat pertamanya berhasil, pelakupun melakukan aksi tersebut berulang kali hingga 10 kali. “Korban tidak kuasa menerima bujuk rayu dari pelaku, sehingga persetubuhanpun terjadi,” jelasnya.

Namun aksinya berpura-pura sebagai anggota Brimob gadungan kemudian terbongkar setelah adanya kecurigaan warga dengan tingkah laku Berita Kediri pelaku. Yang selanjutnya melaporkann kepada pihak kepolisian dan pelaku ditangkap pada Sabtu (01/08) malam. “Untuk pelaku dijerat dengan pasal 81ayat 1 UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

 

Leave a Reply